Pembuatan Booklet Tentang Pengelolaan Gelang Simpai Jangang (Gleichenia Linearis) di Desa Loksado Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Sebagai Sumber Belajar Biologi SMA

  • Filipus Apriadi Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas PGRI Kalimantan
  • Siti Ramdiah Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas PGRI Kalimantan
  • Fujiannor Maulana Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas PGRI Kalimantan
Keywords: Booklet, Gelang Simpai, Kearifan Lokal

Abstract

Masyarakat di Desa Loksado mempunyai kearifan lokal yang khas, berupa pemanfaatan tanaman jangang (Gleichenia Linearis) sebagai kerajinan pembuatan gelang Simpai. Pemanfaatan sumber daya alam oleh masyarakat lokal tersebut belum banyak dikaji dan didokumentasikan, kebanyakan masyarakat sudah beralih kekerajinan modern. Hal ini terjadi karena kurangnya informasi serta pembelajaran kepada masyarakat terutama siswa sekolah tentang melestarikan lingkungan. Maka peneliti merasa perlu  untuk melakukan penelitian tentang kerajinan dari tanaman jangang. Hasil penelitian dijadikan bahan informasi berupa Booklet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) proses pembuatan gelang Simpai di Desa Loksado Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan; (2) Untuk mengetahui nilai-nilai Kearifan lokal pembuatan Kerajinan Gelang Simpai di Desa Loksado Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan; (3) Tanggapan masyarakat (validator dan peserta didik) terhadap Booklet. Penilaian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE. Prosedur pengembangan memaparkan langkah-langkah prosedural dalam bentuk produk berupa Booklet. Tahap penelitian dan pengembangan yang dilakukan hanya sampai uji coba kelompok kecil. Validasi terhadap Booklet dilakukan oleh ahli materi dan ahli media pembelajaran, sedangkan uji coba keterbacaan dilakukan pesereta didik kelas X IPA. Hasil penelitian dan pengembangan yang sudah dilakukan diperoleh: (1) Nilai-nilai kearifan lokal dalam pembuatan Gelang Simpai yaitu nilai-nilai keseimbangan, nilai kegunaan, nilai kerapian, nilai penjualan; (2) hasil validasi oleh ahli materi terhadap Booklet yang dikembangkan sebesar 80% kualifikasi cukup valid untuk diujicobakan dengan keterangan tidak revisi dan hasil validasi oleh ahli media pembelajaran terhadap Booklet yang dikembangkan sebesar 82% termasuk dalam kualifikasi cukup valid untuk diujicobakan dengan keterangan tidak revisi. Hasil uji coba keterbacaan peserta didik kelompok kecil kelas X IPA terhadap Booklet yang dikembangkan > 80% termasuk dalam kualifikasi sangat baik.

References

Arsyad, Azhar. (2017). Media Pembelajaran. Jakarta : PT.RajaGrafindo Persada.

Gustaning, Guni. (2014). Pengembangan Media Booklet Menggambar Macam-Macam Celana Pada Kompetensi Dasar Menggambar Celana Siswa SMK N 1 Jenar. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Teknik Busana Jurusan Pendidikan Teknik Boga Dan Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. (Online) (eprints.uny.ac.id293001Guni% 20Gustaning %2010513244017.

Liumah. M. (2017). Pengembangan Booklet Edukasi Berbasis Pengetahuan dan Sikap Sadar Sehat Reproduksi Di Pondok Pesantren Mamba’ul Isyhar Nganjuk, Jurnal : FKIP Pendidikan Biologi Universitas Nusantara PGRI Kediri Pada Materi Pertempuran Lima Hari Di Semarang Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Semarang Tahun 2014/2015. Skripsi Dipublikasikan Semarang : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.

Patria,Mutmaniah, (2015). Kerjainan anyam sebagai Pelestarian Kearifan Lokal Dimensi Vol 12 No 1 Februari 2015

Putri. (2017). Pengembangan Booklet Sebagai Sumber Belajar Biologi Melalui Pemanfaatan Kerajinan Anyaman Nyiur Pada Masyarakat Desa Banua Batung. Skripsi. Banjarmasin: Program Studi Pendidikan Biologi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Banjarmasin.

Rizkiah. (2017). Inovasi dan Kreativitas Potensi Daerah dan Kearifan Lokal dapat menjadi suatu produk unggulan Provinsi Kalimantan Selatan ( skripsi ).

Septiani. (2017). Pengembangan Booklet sebagai sumber Belajar Biologi Melalui Pembuatan Lampit Rotan (Calamus rotan)di Desa Pelampitan Hilir.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Surwandi. (2015). Pewarisan Nilai-nilai Kearifan lokal untuk memproteksi Masyarakat Bali dari Dampak Negatif Globalisasi, Jurnal kajian Bali volune 05,Nomor 02 ,oktober 2015 http://unud.ac.id.

Wagira. (2012). Pengembangan Karakter Berbasis kearifan lokal Hamemayu Hayuning Bawana (Identifikasi Nilai-nilai Karakter Berbasis Budaya). Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun II,No 3, Oktober 2012.

Wagiran. (2011). Pengembangan Model Pendidikan Kearifan Lokal Dalam Mendukung Visi Pembangunan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 2020 (TahunKedua). Jurnal Penelitian dan Pengembangan, Volume III, Nomor 3 : Hlm 85-100, (Online) (staffnew.uny.ac.id/upload/132297916/ penelitian/pendidikan+kearifan+lokal.
Published
2023-12-06
How to Cite
Apriadi, F., Ramdiah, S., & Maulana, F. (2023). Pembuatan Booklet Tentang Pengelolaan Gelang Simpai Jangang (Gleichenia Linearis) di Desa Loksado Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Sebagai Sumber Belajar Biologi SMA. Prosiding Seminar Nasional MIPATI, 2(1), Hal 319-335. Retrieved from https://jurnal.upk.ac.id/index.php/mipati/article/view/2618
Abstract viewed = 36 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 33 times